<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
<title>محظوظ عارف</title>
<link href="http://http://lucky.mywapblog.com/" ></link>
<id>urn:uuid:11013373-05f9-fbac-cdd9-dfdc7c274724</id>
<description type="html" ><![CDATA[Beruntunglah Islam Dan Orang-Orang Yang Berakal !!!]]></description>
<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 19:18:00 +0000</pubDate>
<entry>
<title>Alhamdulillah di AS dan Eropah Islam mengalami peningkatan yang signifikan. Terutama sesudah peristiwa besar yang tidak manusiawi tragedi 11 September 2001.</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/193.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:eb658852-f55b-019d-b811-044b6b22a253</id>
<updated>2010-07-09T19:18:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Kecenderungan untuk menyembah dan mengenal wujud adikodrati<br />
merupakan salah satu tuntutan batin manusia. Muncul dan berkembangnya<br />
agama telah mengubah jalan hidup sejarah manusia.<br />
<br />
Kelahiran agama-agama ilahi telah memainkan peran konstruktif dalam berbagai periode zaman lewat doktrin monoteisme dan ajaran moralnya. Hingga kemudian lahirlah Islam sebagai agama samawi yang terakhir.<br />
<br />
Makna Islam adalah berserah diri, menyerah sepenuh hati dan secara amali kepada Sang Khaliq. Al-Quran sebagai kitab suci agama Islam menyebut bahwa jalan kebahagiaan yang paling luhur adalah menaati bimbingan dan ajaran Islam. Kehadiran Islam sebagai agama terakhir merupakan penyempurna atas agama-agama sebelumnya dan menawarkan ajaran hidup yang benar melalui ayat-ayat wahyu kepada umat manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, umat manusia di berbagai belahan dunia akhirnya mengenal Islam dan banyak pula yang memeluknya sebagai pedoman hidup.<br />
<br />
Penelitian akhir Institut Internasional Pemikiran Islam (IIIT) yang berpusat di AS menunjukkan bahwa telaah terhadap Islam kian tumbuh pesat di kalangan masyarakat Barat. Direktur IIIT, Muhammad Siddiq menuturkan, &quot;Masyarakat Barat kini makin giat mempelajari Islam untuk mencari jawaban tentang pertanyaan dirinya mengenai hakikat manusia dan bagaimana nasibnya serta solusi dalam menyelesaikan persoalan sosial dan ekonomi di Barat&quot;.<br />
<br />
Menyangkut masalah ini, Muhammad Siddiq lantas menyinggung tentang fenomena meningkatnya kalangan ilmuwan Barat yang tertarik kepada Islam. Dia menandaskan, &quot;Masalah ini menunjukkan bahwa Islam dan sains merupakan dua entitas yang saling berkelindan erat&quot;. Perkembangan Islam di Barat pun juga kian meningkat dan kini banyak orang-orang Barat yang memeluk Islam untuk lepas dari krisis identitas dan kehampaan. Meski saat ini jumlah pemeluk baru Islam di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa kian meningkat drastis, namun media-media Barat berusaha mengabaikan ataupun menyensor kenyataan tersebut.<br />
<br />
Selama ini, pemikiran Islam masuk ke negeri-negeri Barat melalui beragam jalan. Mengenai bagaimana kehadiran Islam di AS dan negara-negara Eropa lainnya merupakan isu yang perlu ditelaah lebih jauh. Berdasarkan beragam bukti dan dokumen yang ada, Islam hadir ke Amerika Serikat bersamaan dengan masuknya sekelompok warga muslim yang dibawa ke negeri itu sebagai budak sekitar abad ke-16-17 M. Sekitar 10 hingga 30 persen dari budak-budak itu ditengarai beragama Islam. Budak-budak tersebut umumnya didatangkan dari Afrika barat lantas dikirim ke kawasan Meksiko, Kuba, dan Amerika Selatan.<br />
<br />
Sejak abad ke-17 hingga selanjutnya, migrasi masyarakat muslim ke AS berlangsung melalui beberapa periode yang bisa disebut sebagai gelombang migrasi. Gelombang pertama migrasi masyarakat muslim ke AS dimulai sejak tahun 1870 hingga 1912. Umumnya mereka berasal dari negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Dinasti Ottoman seperti Timur Tengah dan Eropa Timur. Sebagian besar mereka merupakan warga dari kelas bawah dan berpenghasilan rendah. Bersamaan dengan itu, muncul beberapa warga kristen kulit putih yang beralih agama menjadi muslim. Salah satunya adalah Alaxander Russel Webb, seorang diplomat kulit putih AS.<br />
<br />
Setelah memeluk agama Islam, ia mendirikan Gerakan Tabligh Islam Amerika pada tahun 1893. Dalam salah satu makalahnya ia menulis, &quot;Setelah lama mempelajari, akhirnya aku menemukan bahwa Islam merupakan sebuah sistem terbaik dan satu-satunya yang bisa memenuhi kebutuhan spiritual manusia. Substansi Islam adalah berserah diri di hadapan kehendak Ilahi. Mengimani agama ini akan berujung pada persaudaraan, cinta universal dan antar sesama di dunia. Tak syak, Islam merupakan agama yang paling bersahaja dan luhur yang pernah dikenal umat manusia&quot;.<br />
<br />
Sampai sekarang sulit untuk memperkirakan jumlah populasi warga muslim di AS yang sebenarnya. Sebab, pusat statistik AS tidak pernah mengumumkan secara resmi data yang terkait dengan ikatan agama warganya. Namun diprediksikan, jumlah warga muslim di AS berkisar antara 5 sampai 7 juta orang. Yang jelas, lantaran faktor perpindahan penduduk, meningkatnya angka kelahiran dan pemeluk baru Islam dari agama lain, membuat populasi warga muslim di AS kian bertambah drastis.<br />
<br />
Carl Ellis, peneliti terkemuka masalah keagamaan di AS dan penulis buku &quot;The Changing Face of Islam in America&quot; menyatakan, &quot;Populasi warga muslim di AS mengalami pertumbuhan 6 persen. 80 persen di antaranya berasal dari penganut kristen yang baru masuk Islam. Sementara 20 persennya lagi berasal dari kaum muslim imigran&quot;. Dia menambahkan, &quot;Jika Islam terus mempertahankan persentase pertumbuhannya itu, maka hingga 17 tahun lagi, jumlah warga muslim di kota-kota besar AS akan melebihi jumlah warga Kristen&quot;.<br />
<br />
Tentu saja, perkembangan pesat Islam di AS dan negara-negara Eropa juga memunculkan beragam reaksi. Reaksi tersebut kebanyakan berasal dari kalangan ekstrimis dan kelompok-kelompok fanatik yang merasa kepentingannya terancam oleh kehadiran Islam. Sebagai misal, mantan menteri luar negeri AS, Henry Kissinger dalam sebuah artikelnya pada tahun 1990 menulis, &quot;Dalam sepuluh tahun mendatang, peningkatan drastis populasi warga muslim akan menjadi peringatan terbesar bagi AS&quot;. Salah satu media konservatif AS juga menyatakan, &quot;Warga AS segera akan bangun dari tidurnya karena suara adzan&quot;.<br />
<br />
Seiring dengan kian pesatnya pertumbuhan Islam di Barat, gerakan anti-Islam pun juga turut marak. Sebagai contoh, negara-negara Eropa seperti Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, dan Belgia lewat kebijakan larangan anti-jilbabnya, berusaha menerapkan politik tekanan dan diskriminatif terhadap masyarakat muslim. Meski demikian, konspirasi anti-Islam tersebut terkadang justru membuahkan hasil terbalik. Kian keringnya kehidupan spiritual masyarakat Barat dan merajalelanya kehidupan materialistik membuat Barat kian terjerumus dalam krisis identitas dan moral yang sangat mengenaskan. Kondisi ini membuat banyak warga Barat yang berusaha mencari hakikat dan identitas sejatinya.<br />
<br />
Pasca terjadinya tragedi 11 September 2001, propaganda anti-Islam di Barat pun makin gencar. Bahkan masyarakat muslim sudah diidentikkan dengan teroris. Namun propaganda miring tersebut justru menghasilkan dampak yang jauh di luar perkiraan para pelakunya. Propaganda negatif semacam itu malah membuat penasaran orang-orang Barat untuk mengetahui hakikat Islam. Perlahan, rasionalitas dan keindahan wajah hakiki Islam pun makin terungkap di mata masyarakat Barat.<br />
<br />
Kini dihadapan pencitraan negatif media-media Barat yang menampilkan Islam sebagai agama kekerasan, muncul citra tandingan yang memperlihatkan Islam sebagai agama yang menempatkan moral dan spiritual di sisi kehidupan duniawi manusia. Sebuah wajah Islam yang mengajarkan bahwa masyarakat yang sehat hanya bisa tercapai jika dibangun di atas landasan nilai-nilai luhur kemanusiaan.<br />
<br />
Di sisi lain, jika kita tengok ulang komposisi warga Barat yang memeluk Islam, tampak jelas bahwa sebagian besar pemeluk baru Islam berasal dari kalangan terdidik, ilmuwan, dan para cendikiawan. Karena mereka adalah kelompok masyarakat yang tidak mudah tertipu oleh propaganda busuk media-media Barat yang gencar memojokkan Islam.<br />
<br />
Meminjam ungkapan Theodor Noldeke, ilmuwan dan orientalis Jerman, &quot;Islam dan Al-Quran berbicara dengan hati audiennya dengan logika ilmiah dan metode yang meyakinkan serta berpengaruh besar terhadap mereka. Agama ini juga mampu menawan kalbu lawan-lawannya, hingga mereka pun bergabung dengan Islam. Al-Quran dengan kesederhanaanya dan gaya bahasanya yang khas telah mencapai keutamaan dalam puncak kesempurnaanya&quot;.<br />
<br />
Sejatinya tujuan Islam adalah untuk membangun sebuah kebudayaan global yang manusiawi sekaligus ilahi. Karena itu misi universal yang dikhotbahkan Islam senantiasa di terima oleh semua bangsa. Di mata Islam, keutamaan seseorang hanya ditentukan olek kualitas ketakwaannya. Tidak berlebihan jika Islam kian mendunia dan makin hari makin bertambah saja para pencari kebenaran yang memeluk Islam, tak terkecuali di Barat sekalipun. (IRIB/LV/NA)]]></summary>
</entry>
<entry>
<title>Shaum Taklukan Sinar Iblis</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/192.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:ce13c0b9-4d2e-6911-d558-6b9de6ca1ecb</id>
<updated>2010-07-06T02:02:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Adalah mafhum belaka bahwa nafsu itu mengandung ajakan yang dapat disamakan dengan instink hewan, antara lain instink lapar instink menghindarkan diri atau mencari perlindungan, instink loba instink tamak, instink berkelahi, berperang, dan semacamnya.<br />
Semua nafsu tersebut adalah berbentuk api yang abstrak yang mengandung ajakan berupa keinginan yang berkobar untuk menyampaikan maksudnya, tak ubahnya bagaikan api yang berkobar untuk menjilat apa saja yang berada di sekitarnya.<br />
Api yang abstrak itu hanya mempunyai hubungan saling menggetar resonansi dengan mahluk yang tersusun dari api yang abstrak, ialah iblis dan setan.<br />
Iblis dan setan menurut kejadiannya berasal dari elektron hidup berujud dari daya daya elektro magnetik, semisal dengan sinar membunuh (dudende snruol?) yang mempunyai gelombang 0,000,0! sampai dengan 0,000,001 Iebih pendek dari gelombang arus Iistrlk tehnik bolak balik, Iebih pendek dari telegraf tanpa kawat, Iebih pendek dari gelombang radio dan sinar cahaya, bahkan lebih pendek dari sinar ultra violet.<br />
Oleh karenanya, siapa yang tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya akan menjadi korban sinar iblis (setan), pikirannya selalu dikendalikan iblis yang mengajak berbuat buruk dan jahat sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh iblis (setan).<br />
Maka untuk mencegah agar nafsu nafsu ahlak bertindak leluasa di dalam tubuh harus senantiasa diusahakan suatu alat yang ampuh untuk menaklukannya ialah dengan daya daya yang mempunyai gelombang yang lebih pendek daripada gelombang Iblis, yaitu Sinar Tuhan &quot;Nurullah&quot;<br />
Sinar Tuhan dapat diperoleh dengan bermacam syarat beribadah antara lain ialah puasa, sehingga dengan otomatis elektron elektron bebas yang berada ditubuh jasmani memanjat ke alam Tuhan. Karena Sinar Tuhan adalah gelombang paling pendek dari semua gelombang dan menembus alam semesta, dalam segala keadaan, termasuk otak manusia.<br />
Sinar Tuhan yang menembus ke dalam otak manusia sanggup menghancur-leburkan gelombang iblis dan setan yang bersarang di dalam otak. Sinar Tuhan yang menembus ke otak manusia, lalu sinar itu diserap oleh badan budi maka akan menimbulkan pikiran disebabkan daya daya dalam otak telah beresonansi dengan Alam Tuhan.<br />
Otak yang berisi Sinar Tuhan dinamakan otak batin yang sanggup mencegah segala kegiatan hawa nafsu (iblis dan setan) sehingga pancaindera dan alat alat tubuh dapat dikendalikan dengan sempurna.<br />
Misalnya mata dapat dicegah dari pandangan yang membawa pengaruh buruk, telinga dapat dicegah dari mendengarkan kata kata yang memberikan pengaruh menimbulkan amarah lisan, dapat pula menahan kata kata buruk, memfitnah dan kata kata yang tidak sedap, kotor menyakitkan hati orang, rasa dengki, iri hati, loba, tamak rakus, takabur, riya dan segala macam tindakan tingkah laku dan gerak gerik yang menjurus kepada kejahatan dapat dihindari.<br />
Jelaslah bahwa melakukan shaum menurut ajaran Islam tidak hanya sanggup menahan lapar dan haus semata, melainkan harus mampu menutup semua pintu pintu alat pancaindera agar tidak kemasukan daya daya iblis dan setan. Sabda Nabi:<br />
&quot;Beberapa banyak orang bershaum tetapi pusanya tiada berarti kecuali Iapar menahan lapar dan dahaga saja.&quot;<br />
Maksud hadits ini, orang yang bershaum hanya menahan lapar dari dahaga tetapi tidak dapat mencegah perbuatannya dari pengaruh nafsu iblis dan setan, maka shaumnya tidak memperoleh hikmah apa-apa.<br />
Sabdanya lagi: &quot;Siapa yang tidak dapat menahan kata kata buruk dan berbuat buruk maka bagi Allah tiada guna ia menahan lapar dan dahaganya &quot;<br />
Jadi yang dimaksudkan dengan shaum bukan hanya sanggup menahan lapar dan haus saja, tetapi rohaninya (badan halus) harus mampu pula menghalau nafsu nafsu Iblis dan setan yang mengandung ajakan untuk berbuat jahat.<br />
Berkata Umar lbnul Khattab &quot;Perangilah nafsu nafsumu sebelum kamu memerangi musuh musuhmu&quot;. Memerangi hawa nafsu pasti dapat ditundukkan dengan melakukan shaum ialah shaum lahiriyah dan shaum rohaniyah. Shaum lahiriyah yakni menahan makan dan minum, dan Shaum rohaniyah ialah menutup alat pancaindera dan segala macam days days yang menimbulkan nafsu yang berkonotasi kepada perbuatan yang maksiat.]]></summary>
</entry>
<entry>
<title>Shaumlah Niscaya Sehat</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/191.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:ca8219e1-b8f6-b6cc-fa4c-18d7f7bb8536</id>
<updated>2010-07-05T02:02:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Sabda Nabi:<br />
&quot;Hendaklah kamu bershaum, niscaya kamu sehat. &quot;<br />
Yang dimaksud dengan shaum menurut batasbBatas yang ditetapkan oleh Allah SWT.<br />
Hakikat shaum pada hadits ini, ialah shaum yang menurut batas batas yang ditetapkan oleh AIIah SWT dan garis yang telah ditentukan Nabi Muhammad saw saw, yaitu bershaum sebulan lamanya dalam setahun dan boleh ditambah diwaktu lain yang dinamakan shaum sunnah.<br />
Menurut ajaran Islam tidak dibolehkan bagi penganutnya bershaum terus-menerus. Karena kalau bershaum yang demikian akan menimbulkan penyakit pula yang jelas luka dan infeksi dalam perut karena terlalu lama menderita lapar. Tentunya, hat ini tidak perlu direntang-panjangkan bagaimana bias dampak akibatnya.<br />
Pada setiap agama tidak sama cara dan aturan di dalam melakukan shaum. Dalam Agama Budha bershaum siang malam sampai beberapa hari lamanya tanpa berbuka sebagaimana shaumnya Mahatma Gandhi selama 40 hari (siang/malam). Shaum semacam ini sangat berat, barangkali hanya dapat dilakukan oleh beberapa orang saja.<br />
Juga shaum orang Yahudi dan Kristen dengan syarat menahan diri dari makanan yang berdarah dan rempah rempah, akan tetapi pada waktu pagi di perkenankan makan sepotong roti yang memakai daging. Shaum demikian itu terlalu ringan.<br />
Karena itu pulalah, maka Agama Islam mengambil jalan tengah shaum yang tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan, sederhana sesuai dengan kemampuan fitrahnya sebagai umat pertengahan sebagalmana firman Allah SWT:<br />
&quot;Demikianlah Aku (Allah) jadikan kamu umat pertengahan sebagai bukti kepada manusia.&quot; (Al Baqarah 2:46)<br />
Menurut ajaran Islam, dalam melBaqarah 2:46)<br />
Menurut ajaran Islam, dalam melakukan shaum tidak hanya diwajibkan menahan lapar dan haus semata, akan tetapi wajib pula menahan dan menutup segenap alat pancaindera dari segala macam pengaruh dan perbuatan maksiat, dan harus mampu mencegah gerakan tubuh maupun bisikan batin yang dapat menimbulkan pengaruh pada perbuatan jelek, tidak terpuji.<br />
Jelasnya segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh pancaindera, baik dengan perantaraan mata, hidung, mulut, telinga maupun kulit, maka hasil tangkapan tadi adalah merupakan daya daya atau elektron bebas yang langsung masuk melalui indera masing masing. Kemudian daya daya tadi melakukan Process of Relay, lalu berubah menjadi arus listrik hidup &quot;bio electrisiteit&quot; yang terus mengalir ke pangkal otak sampai di pusat akan dan terus ke otak besar groate hersen. Yang kemudian menimbulkan kesadaran atau pikiran yang dinamai ruh pikir atau Anima Mentalis, ialah pikiran yang tersusun dari bioelectronen.<br />
Oleh karena pancaindera terusun dari materi atau jasad kasar, maka segala sesuatu yang ditangkap olehnya tentu berupa serba benda, yakni keadaan yang nyata yang berbentuk materi, maka dengan sendirinya dalam pikiran menyimpan gambaran gambaran yang serba materialistis.<br />
Sebagaimana diterangkan bahwa daya daya yang berada di pangkal otak menjelmakan nafsu (instincten). Oleh karenanya pangkal otak disebut &quot;sentralnya nafsu&quot; yakni pikiran yang materialistis, pikiran yang mempunyai obyek ke arah kebendaan semata dan keinginan yang mengandung daya daya kebencian kemurkaan dan sebagainya.<br />
Setelah itu daya daya tadi mengalir ke dalam pusat kemauan yang disebut juga &quot;pusat gerakan&quot; atau motorische centrum lalu mengalir melalui urat syaraf dan akhirnya menuju ke otak untuk melakukan gerakan, perbuatan, tindakan dan semacamnya<br />
Oleh karena daya daya pikiran tadi telah berpadu dengan daya daya nafsu maka daya daya itu mengandung sifat hewaniyah atau anima mentalis, sehingga hasil pemikiran yang demikian dipengaruhi oleh sifat sifat yang serupa dengan hewan.<br />
Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa segala sesuatu yang didengar oleh telinga, yang dilihat oleh mata, yang dirasakan oleh kulit, yang dikerjakan oleh tangan yang digerakkan oleh kaki, yang terbayang dalam pikiran atau angan angan dan segala macam gerakan tubuh, semuanya itu bercampur dengan nafsu hewan, sebagai akibat proses yang berasal dari daya daya atau elektron bebas yang ditangkap oleh masing masing alat pancaindera yang mengalir dari urat syaraf kedalam otak.<br />
Elektron adalah daya hidup tubuh, yakni tubuh membutuhkan elektron elektron bebas untuk hidupnya atau dengan kata lain: zat hidup harus ada pada elektron. Jadi elektron tidak membutuhkan pertukaran zat hidupnya, oleh karena itu ia memiliki hubungan langsung dengan pusatnya ialah Yang Maha Mutlak, Yang Maha Hidup dan Menghidupkan, yaitu Allah SWT.<br />
Kalau elektron yang berada di dalam tubuh hanya digunakan untuk kebutuhan lahiriyah berupa benda, kekayaan, kemewahan, makan banyak dan enak tanpa diberi kesempatan untuk melakukan hubungan dengan asas pusatnya (Allah SWT), maka elektron tadi akan berontak. Ibarat masyarakat, rakyat dalam suatu negara yang tidak diberi kesempatan melakukan hubungan dengan pemerintah pusatnya, maka rakyat itu akan berontak karena tidak diberi hak asasi atas mereka.]]></summary>
</entry>
<entry>
<title>Shaum dan Psikomatik</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/190.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:1421c7b3-180b-14b9-817b-e0c9852edeca</id>
<updated>2010-07-04T02:02:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Sabda Nabi Muhammad saw.:<br />
&quot;Makan banyak adalah penyakit dan berpantang adalah pangkal semua obat. &quot;<br />
Untuk membuktikan kebenaran sabda Nabi tersebut, dibutuhkan penelitian dari cabang ilmu kesehatan misalnya, ilmu urai (Anatomi), ilmu pengobatan serta ilmu ilmu obat obatan, ilmu sebab-¬sebab penyakit (Aetiologi). Ilmu asal datangnya penyakit (Pathogeni), ilmu ketentuan hilangnya penyakit (Prangnostik).<br />
Sekali saja Nabi bersabda dibutuhkan penelitian dalam bermacam ilmu padahal beliau adalah orang awam tidak pernah belajar berguru. Namun setiap Sabda Nabi selalu menjadi pengasuh dan pendorong kepada umatnya agar memanjatkan pikiran ke arah ilmu pengetahuan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena setiap ayat Al-Qur&#039;an dan Sabda Nabi bila tanpa dianalisa segi ilmu pengetahuan, baik yang eksak ataupun yang abstrak tentu akan dijumpai kekaburan dan akan menyimpang dari tujuan hakiki<br />
Sabda Nabi itu menerangkan bahwa makan banyak adalah penyakit atau dengan kata lain perut itu adalah sentral penyakit, yang pada saat tertentu harus diistirahatkan daripada makanan, yaitu dengan &quot;bershaum&quot;<br />
Kalau kita coba menganalisa Sabda Nabi tersebut maka dapat ditarik tiga kesimpulan. Pertama orang yang sedang bershaum perutnya dalam keadaan kosong akan menyebabkan kosongnya zat zat makanan di dalam usus kecil. Oleh karena itu darah terpaksa menghisap zat zat yang basah dalam usus dan perut sebagai gantinya<br />
Orang yang sering mengalami keadaan yang demikian pada umumnya mempunyai daya penglihatan tajam, gerak cepat serta memiliki kecakapan menganalisa persoalan dengan mudah.<br />
Kedua, setelah zat zat yang basah yang siap dihisap oleh darah tadi hilang, maka usus dan perut menjadi kering dan panas, semisal dengan mesin kalau kehabisan air menjadi kering dan panas.<br />
Orang yang dalam keadaan demikian biasanya rnempunyai sifat sederhana dalam segala hal, bertindak tegas dalam mengambil keputusan. tanpa sikap ragu ragu.<br />
Ketiga, usus dan perut yang dalam keadaan kering tadi, maka lendir yang berada dalam usus dan perut akan menjadi hancur. Sebab lendir inilah yang menjadi sumber penyakit. Karena kalau lendir ini selalu bertambah banyak dalam perut dan usus akan menyebabkan timbulnya penyakit yang dinamakan &quot;Muces zichten&quot;. Dan jika seseorang dihinggapi penyakit ini, maka keadaannya bersikap pasif, rendah, dan lemah daya berpikirnya serta lambat dalam segala galanya.<br />
Muces ziehten ini banyak jenis dan macamnya antara lain menyebabkan lemahnya pencernaan, karena makanan di dalam perut tidak lekas hancur halus lantaran licin oleh banyaknya lendir tadi yang mengakibatkan kerja syaraf otak dan tubuh menjadi lamban dan lemah.<br />
Lambatnya kerja serat syaraf otak menyebabkan pikiran menjadi tumpul, sukar sekali untuk berpikir dan menerima pelajaran, sedangkan tubuh jasmani selalu terasa berat, malas dan lemah.<br />
Jika penyakit ini tidak segera diatasi, boleh jadi akan menimbulkan berbagai penyakit lain, misalnya penyakit yang dalam bahasa latin dinamai &quot;psoriasis&quot; yakni penyakit supak (schilfrende huild zichte), penyakit mati palsu dan lumpuh (verlamming). Pada akhirnya akan menimbulkan penyakit demam selama seminggu berturut turut tanpa panas. Akan tetapi sesudah timbul panas yang bergelora dari perut naik ke otak sehingga meliputi seluruh tubuh dan pada umumnya membawa rnaut.<br />
Demikianlah bahayanya penyakit yang disebabkan perut yang selalu kebanjiran makanan, bukan saja terhadap tubuh jasmani tetapi juga akan menimbulkan perubahan tabiat yang tidak baik.<br />
Untuk menghindari timbulnya penyakit ini tidak ada lain, kecuali dengan pada suatu saat perut harus beristirahat atau dengan kata lain shaum. agar supaya lendir dalam usus dan perut menjadi hancur. Maka dengan melakukan shaum, tubuh jasmani dan tabiat akan menjadi sehat.<br />
Kiranya kalau kita simak hadits Nabi tersebut, betapa pentingrlya melakukan shaum yang sampai sekarang ini menjadi perhatian dan penelitian para pakar ilmu, utamanya ilmu kedokteran-kesehatan.]]></summary>
</entry>
<entry>
<title>Obatku Adalah Shaum</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/189.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:47dddc45-2eaf-bfa3-9978-c221dab97556</id>
<updated>2010-07-03T02:02:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Dr. Lord Stoddart dalam bukunya &quot;&#039;The New World of Islam&quot; menyebutkan Muhammad adalah pembangun ruhani yang hebat, seorang ahli strategi, pemimpin umat, politikus ulung, ekonom serta sebagai seorang yang sosialis demokrat, beliau menolak segala pujian yang diberikan atas diri pribadinya.<br />
Juga dalam buku &quot;Hero is a Prophet&quot;, Thomas Carlyle mengemukakan, &quot;umat Islam yang telah rnenerima pimpinan bimbingan Nabi Muhammad saw kemudian berhasil mendirikan pemerintahan di Spanyol yang sangat mengagumkan di abad pertengahan, sedangkan bangsa Eropa kala itu masih diliputi kebodohan.&quot;<br />
Sementara dalam buku &quot;The Law Quartely&quot;, Prof. Vaswani mengatakan: &quot;Dengan wahyu Allah Yang Maha Pemurah, agama Islam menjadi suluh kemajuan di Afrika, Cina, Asia, Eropa, Persia dari Hindustan, sedang Eropa masih tidur nyenyak, kemudian umat Islam membangkitkan dan memberi bimbingan bagi mereka &quot;<br />
Dalam New Internationale Encyclopaedie disebutkan &quot;Dunia sekarang harus banyak terterima kasih kepada Islam, sebab merekalah yang mempelopori kemajuan dunia.&quot; Umat Islam telah membangun gedung-gedung yang mengagumkan dunia seperti Taj Mahal dan AI Hambra yang kondang kolaka itu.<br />
Mereka itulah yang mula-mula menemukan Aljabar, Ilmu Hitung, Kimia dan obat-obatan. Mereka yang pertamakalinya mendirikan Universitas di Baghdad, sehingga rombongan dari luar negeri, utamanya dari Eropa datang kesana untuk menjadi murid umat Islam.<br />
Dalam Encyclopaedia Britannica menyebutkan, &quot;Islam telah lebih dulu mengarang bermacam macam buku yang kemudian dikutip orang seantero jagat hingga sekarang. Di Cairo mereka telah mendirikan perpustakaan yang kondang di dunia. Sedangkan di masa itu London sebagai tempat yang kotor dan jelek, serta jalan-jalannya berbau busuk, padahal orang Islam mendirikan Cordova yang terkenal lantararan keindahan gedung gedung dan kebun kebunnya yang menawan.&quot;<br />
Juga dalam buku &quot;Ottasen&#039;s Eenvondige Wereld Geschidemis. Dr. Kernkamf menulis &quot;Orang Islam menjadi dokter yang pandai dan ahli ilmu pengetahuan. Mereka itulah yang pertama kali mengarang angka satu sampai sepuluh yang digunakan hingga sekarang. Mereka sudah berhasil membuat dari meracik obat obatan, menciptakan penerangan (lampu) di jalan, mendirikan masjid dan istana yang indah, bercocok tanam, sedanlgkan orang Eropa mendapat beras dari orang Islam.&quot;<br />
The roman Empire oleh Edward Gibson menyebutkan, bahwa dunia baru dibangun oleh Muhammad yang dianut oleh sejumlah 450 juta manusia di atas dasar spiritualitas.<br />
Pujangga Barat lain berkata: &quot;Long before the French revolution, Islam stood for liberty, equality and, Fraternity (lama sebelum Revolusi Perancis. Islam telah berdiri tegak dalam kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan).<br />
Demikianlah hasil karya yang dihasilkan oleh kecakapan otak lahir dan kecerdasan otak bathin yang dimiIiki oleh umat Islam di zaman Nabi dan Khulafaurrasyidin serta ahli falsafah dengan melakukan shaum. Cobalah kita simak dan teliti biografi orang orang besar dan kalangan intelektual yang genius, tentu akan diketahui bahwa dalam hidupnya senantiasa bershaum.<br />
Seorang cendikiawan Barat yang masuk Islam mengatakan &quot;First satisfy your intellect through sound reasoning, Faith will automatically spring up&quot; (Terlebih dahulu hendaklah diselidiki dan ditimbang secara mendalam sehingga hasil pemikiranmu dapat memuaskan dan keyakinan &quot;iman&quot; otomatis akan datang sendiri).<br />
Demikianlah rahasia shaum yang sanggup mencetak manusia menjadi intelek dan berkeprimanusiaan yang tinggi dan berkepribadian menuju kebahagiaan lahir dan batin yang sangat besar sekali manfaatnya kepada sesama mahluk hidup, masyarakat, bangsa dan negara.<br />
Seorang ahli kesehatan berkata &quot;Pencernaan itu adalah pusat penyakit dan berpantang itu adalah pokok obat.&quot; Ada yang berpendapat bahwa susunan kata tersebut adalah hadits Nabi, sehingga sementara ulamapun berpendapat demikian, sebenarnya bukan sabda Nabi, melainkan pitutur seorang shalih zaman dahulu.<br />
Dalam buku Al Lu&#039;lu Marshu halaman 73, Imam Zarkasyi berkata, ucapan itu tidak bersumber dari pada sabda Nabi, melainkan ucapan seorang tabib.<br />
Peribahasa Latin menyebutkan: Plenus Venter non student it benter yang artinya: perut yang penuh makanan sukar belajar. Dan itulah sebabnya Napoleon Bonaparte mengatakan &quot;Obatku adalah shaum.&quot;]]></summary>
</entry>
<entry>
<title>Shaum Dapat Mengubah Dari Egois Menjadi Ikhlas</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/188.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:b82c7d63-f4c1-5de5-2f72-dc92f50e8541</id>
<updated>2010-07-02T01:56:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Dalam suatu perjalanan yang lebih nyata, penyakit egosentris, acapkali menggunakan golongan lain sebagai alat mempengaruhi atau menguasai sesuatu yang merupakan obyek. Seperti halnya kaum buruh dan tani yang dijadikan alat agar menimbulkan pertentangan antara buruh dari majikan, yang mengakibatkan penutupan perusahaan atau perkebunan, yang berbuntut pada pemutusan hubungan kerja dan terjadilah masalah pengangguran, yang berarti pula menambah kemelaratan dari penderitaan. Kegiatan nafsu yang demikian, sering dianut oleh faham kolonialis dan imperialis yang tak jarang oleh kecerdasan otak lahir tanpa didukung otak batin, maka dunia tak akan lolos dari segala ancaman kesesatan, pertentangan dan kekacauan.<br />
Firman Allah SWT dalam surat Al-Hajj 46<br />
&quot;Apakah mereka tidak menjelajah di bumi, padahal mereka mempunyai mata hati (otak batin) atau telinga (alat pendengar batin) yang mampu mendengarkan, maka sesungguhnya tidaklah buta alat pancaindera lahirnya akan tetapi buta pancaindera batinnya. &quot;<br />
Ayat ini menyinggung mereka yang tidak memperdulikan badan halusnya yang mempunyai pancaindera batin, tanpa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Otak batin akan melebihi kecakapan dengan daya daya tembus luar biasa. Sehingga bisa ditingkatkan ke alam yang abstrak yang memancarkan daya dayanya menuju ke alam &#039;Tuhan -alam wahdaniyah&#039;.<br />
Otak batin hanya dapat dipancarkan daya tembusnya dengan jalan tafakkur &quot;creatifermegen&quot;, meditasi dan perenungan yang hakiki. Meditasi yang demikian ini dapat dilakukan dengan teratur dan tertib, latihan yang sungguh-sungguh, apabila seluruh alat pencernaan dapat beristirahat dengan sebaik baiknya manakala melakukan puasa di siang hari.<br />
Dengan menunaikan ibadah puasa, maka daya pikir akan menerima pancaran daya yang dialirkan oleh &quot;budhi&quot;, sehingga terjadilah perpaduan yang harnionis antara daya otak lahir akan luluh sifatnya yang semula menjadi sentral nafsu nafsu, menjadi pikiran yang bersih dan murni yang disebut &quot;religius instink&quot; atau mutmainnah.<br />
Menurut hukum kekekalan daya &quot;Behound wet der energie&quot;, tidak ada daya yang hllang lenyap tanpa berubah menjadi daya lain. Semisal, elektron yang kehilangan sifatnya sebagai elektron akan berubah menjadi sinar atau gelombang aether. Proses ini dinamakan &quot;radio aktivitet&quot;. Daya yang dapat meruntuhkan elektron menjadi aether dapat dinamakan daya radio aktif<br />
Demikian juga daya otak lahir yang berpadu dengan daya otak batin, akan berubah menjadi daya lain yang disebut &quot;badan budi&quot; yang disebut juga &quot;De Gesstelijke kracht&quot;. Maka otak lahir yang semula berada di bawah pengaruh nafsu egosentris setelah perpaduan itu berubah sifatnya menjadi suci yang selalu mengandung ajakan untuk kebajikan, etis dan berkeadilan. Nafu egois ini berubah menjadi ikhlas.<br />
Hasil bekerja otak yang demikian menjelmakan pikiran yang murni dan asli yang mengandung rasa perikemanusiaan yang dalam. Dan hasil pemikiran yang demikian akan mampu menghasilkan teori teori baru, menciptakan pendapat baru yang bermanfaat bagi seluruh umat mengenal kenyataan yang tidak diketahui oleh orang lain, mengetahui sesuatu tanpa analisa &quot;empiris realitas&quot;, disebabkan dalam cara berpikinya di dorong oleh pancaran yang dapat ditingkatkan ke arah kenyataan yang mutlak &quot;het transendental&quot;.<br />
Dengan uralan ini dapat disadari betapa faedah dan hikmah shaum bagi kecerdasan otak dan kecakapan berfikir. Sekiranya umat Islam zaman ini dalam melakukan ibadah puasanya benar benar mencontoh jejak puasa Nabi dan para sahabat, yang dengan hasil shaumnya mereka menjadi ahli pikir dan berhasil membina suatu negara yang demokratis yang belum pernah dicapai oleh bangsa-¬bangsa sebelum mereka.<br />
Maka, umat Islam di zaman ini sedikitnya setahun sekali dengan ibadah shaumnya akan berhasil menjelmakan ahli-ahli pikir yang infra dari supra intelektual, seniman yang genius, sastrawan dan pujangga yang mampu membentuk pembaharuan di bidangnya masing masing dan merubah rona dunia masyarakat orde baru dalam segala bidang pembangunan material dan spiritual sesuai dengan program Pemerintah yang terus kita laksanakan. Dalam hal ini Umat Islam berperan sebagai tenaga penggerak &quot;driving force&quot;.]]></summary>
</entry>
<entry>
<title>Shaum Membuat Aku Lahir Dan Aku Bathin</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/187.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:deca8f8f-cedb-9af3-e53b-ef860a1f4da1</id>
<updated>2010-07-01T01:30:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Shaum sebagai institusi disiplin spiritual moral dan fisik yang menerawang ke alam ilahiyat, adalah tujuan mulia mencapai tingkatan spiritual manusia yang paling tinggi. Kesempuranaan perjalanan ruhani shaum di bulan Ramadhan, adalah lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai ditekankan dalam hadits:<br />
&quot;Barang siapa yang berpuasa dalam bulan Ramadan dengan percaya kepada Ku dan mencari keridhaan Ku...<br />
Kiranya ibadah shaum yang paling intens cenderung menumbuhkan kesadaran dekat kepada Tuhan dan hadirnya Allah. Dimana mana Allah senantiasa melihat hamba-hambaNya dalam segala tingkah laku pokal. Inilah yang menjadi tumpuan disiplin spiritual yang tinggi, kebangkitan jati diri dalam kehidupan spiritual pula.<br />
Karena tubuh jasmani yang dimiliki otak dinamakan otak lahir, maka tubuh ruhani pun mempunyai otak batin. Ragawi disebut &quot;badan kasar&quot; dan tubuh ruhani dinamakan &quot;badan halus&quot;. Untuk mengetahui susunan dan bagian bagian kasar, dibutuhkan acuan pendalaman ilmu Parasit, Anatomi, Biologi. Dengan perantara ilmu tersebut, akan diketahui gerak-gerik aku lahir dan aku batin, &quot; sehingga disadari bahw di dalam pusat badan halus terdapat bagian yang terpenting yang disebut otak batin atau Budi sebagaimana sabda Rasulullah SAW<br />
&quot;Dalam tuhuh manusia ada segumpal daging, kalau daging itu baik niscaya balk pula seluruh tubuh dan kalau ia jelek, maka jelek jua seluruh tubuh. Segumpal daging itu adalah Kalbu&quot;.<br />
Yang dimaksud kalbu dalarn hadis ini adalah jantung lahir yang terletak di badan &quot;kasar&quot; yang harus dialirkan ke jantung ruhani badan &quot;budi&quot;. Fungsi jantung jasmani memompakan darah keseluruh tubuh. Sedangkan fungsi jantung ruhani memompakan bion bion ke segenap penjuru tubuh rohani (badan halus).<br />
Jantung lahir mempunyai otak, menverap obyek ke arah yang rill coorporil (nyata) berbentuk materi yang logis diraba pancaindera. Jika otak lahir menerima daya daya memancarkan sinar-sinar abstrak, yang kemudian diserap otak lahir, sehingga otak lahir akan diliputi daya daya (sinar) dari otak batin yang tidak selaras dengan getaran getarannya.<br />
Proses penyerapan sinar yang diperoleh otak bathin inilah yang dinamakan &quot;ilham&quot; atau intuisi yang dibuahkan mereka yang berbudi dengan bias dan watak yang sempurna. Hal ini sesuai pula yang disebutkan dalam hadits tentang esensi puasa adalah nilai spiritual dan moral.<br />
&quot;Barangsiapa yang tidak meninggalkan dusta dan perbuatan yang palsu, Allah tidak memerlukan usahanya meninggalkan makan dan minumnya.&quot;<br />
Agaknya hal ini pula merupakan perintah agama. Semisal orang yang melakukan shalat dan tidak memperhatikan arti hakiki dan tujuan shalat itu, maka ia akan terkutuk. Dalam memahami aspek ajaran Islam oleh Prof. Mukti Ali, juga dikemukakan segi etis dari shaum.<br />
Dalam sebuah hadits dijelaskan sebagai berikut:<br />
&quot;Shaum adalah suatu tameng muka, orang yang bershaum hendaknya jangan bicara kotor, atau melakukan pekerjaan yang jelek, atau apabila ada orang yang menyakiti atau bertengkar dengannya atau pun memakinya, hendaknya ia berkata: saya sedang bershaum&quot;.<br />
Dalam pandangan Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, shaum akan kehilangan nilai, bukan hanya Iantaran orang makan dan minum, tetapi karena ia dusta, berkata kata kotor, menggunjing, melakukan perbuatan yang tidak baik dan tingkah laku yang tidak baik yang mengakibatkan dosa.<br />
Maka jelaslah jikalau jantung Iahir menerima sinar dari jantung bathin (budi) akan baiklah semua tubuh karena dihiasi kesempurnaan dan keluhuran akhlak yang mulia. Itu pulalah yang dimaksud dengan Hadits Nabi yang mengajak manusia agar berbudi luhur dan terpuji, sehingga mampu menerima intuisi dari Allah Rabbul &#039;alamin. Sebab manusia yang berbudi mampu menangkap petunjuk Ilahi.<br />
Intuisi adalah pikiran yang bersih yang diperoleh dari olah pikir yang ditingkatkan oleh alam Tuhan yang menjadikan manusia yang infra dan supra intelektual dan berabstraksi.<br />
&quot;Bertafakur hanya dapat dilakukan kalau kondisi lambung (perut) dalam kondisi kosong, yakni dalam menunaikan ibadah shaum yang sebaik baiknya tak ubahnya seperti yang disebutkan dalam hadits. Shaum diibaratkan sebagai pengampunan terhadap dosa.<br />
Orang yang bershaum beriman kepada Allah dan berusaha untuk memperoleh keridhaanNya dan mernpunyai maksud yang ikhlas. Rasanya hati ini benar benar suci, bersih dari dosa, melambung menuju alam malakut atau ke alam Tuhan.<br />
Kenyataan ini merupakan tanggung jawab terhadap mereka yang menganggap puasa itu hanya mendidik manusia menahan lapar dan kelemahan jasmani. Anggapan itu timbul dari mereka yang hidupnya hanya mengutamakan &quot;makan dan minum&quot; saja.<br />
Tentu hal ini akan terasa naif, jika sekali tempo tidak mendapatkan makanan, lalu untuk mengisi perutnya akan merampas makanan apa saja tanpa peduli pemiliknya. Bahkan hewan yang lebih kecil dan lemah menjadl mangsa tanpa belas kasih, yang penting perutnya bisa kenyang.<br />
Justru karena itu, manusia yang punya daya pikir dan perasaan ini, hendaknya mampu dan menjaga serta memelihara dengan sebaik baiknya. Agama memberi tuntunan untuk membatasi hawa nafsu agar tidak bersifat atau bertabiat seperti binatang, sebagaimana Flrman Allah SWT:<br />
&quot;Hendaknya kamu makan dan minum dan jangan melebihi batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai mereka yang melebihi batas&quot; (Al- &#039;Araf: 31)<br />
Seruan makan dan minum ini tentunya dari miliknya sendiri yang diperoleh secara halal. Ada suatu ungkapan &quot;Kullu Wasyrabu&quot; yang bermakna ia mennggunakan bukan miliknya sendiri milik rakyat atau milik negara. Tingkah laku semacam ini jelas serakah atau sifat &quot;lawwahmah&quot;, egoisentris, bahkan dia nekat melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya sendiri. Na&#039;udzubillahi min dzalik.]]></summary>
</entry>
<entry>
<title>Shaum Tak Puas-Puasnya Mereguk Ilmu</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/186.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:06f5f632-af84-24a2-bb1f-5c0d961894d4</id>
<updated>2010-06-30T01:25:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Tentang daya kerja sel sel<br />
dengan segala akibatnya yang<br />
diderita, dalam alam kehidupan<br />
manusia, lantaran perutnya<br />
(lambung) senantiasa dipenuhi<br />
makanan yang tak selaras<br />
dengan kemampuan ragawi. Dan<br />
sebaliknya, perut atau lambung<br />
yang tak selamanya dipenuhi<br />
makanan, maka sel sel dalam<br />
tubuh tak bakal menjadi lembab,<br />
bahkan terasa panas (suhu yang<br />
sehat) yang memacu kerja urat<br />
syaraf bertambah giat dan cepat<br />
yang menimbulkan daya tarik<br />
yang kuat pula. Sel sel yang<br />
menjadi panas akan<br />
menimbulkan pergeseran yang<br />
menumbuhkan daya tolak tarik<br />
&quot; magnetische kracht&quot;<br />
mempunyai aliran yang<br />
dinamakan tenaga listrik&quot; yang<br />
berasal dari benda mati (materi)<br />
bisa dimanfaatkan di bidang<br />
teknik, sanggup menggerakkan<br />
atau mengangkat benda dan<br />
sebagainya. Semisal sebuah<br />
semprong lampu kalau digosok<br />
dengan secarik kain sutra atau<br />
woll maka ia mempunyai daya<br />
tarik (magnetik)<br />
Daya tarik yang ditimbulkan sel<br />
sel tersebut, bukan seperti<br />
tenaga listrik teknik yang bisa<br />
kita lihat dengan pancaindera,<br />
melainkan tenaga listrik halus<br />
yang diterima oleh otak berupa<br />
sinar dan langsung dialirkan<br />
kearah budhi &quot;Budhis lichaam&quot;.<br />
Sinar inilah yang dinamakan<br />
sinar bathin &quot;Unvending licht<br />
atau Hat subjective licht&quot;.<br />
Hakiki urat syaraf otak yang<br />
mengandung daya tarik listrik<br />
tadi akan menjelmakan daya<br />
nalar pikir yang memiliki<br />
kemampuan menangkap sesuatu<br />
yang ada di luar jangkauan<br />
akalnya dan lebih meyakinkan<br />
lagi mampu membuka tirai yang<br />
menutupi sesuatu persoalan<br />
atau peristiwa yang pada<br />
galibnya dipandang sulit dan<br />
pelik.<br />
Kiranya manusia yang memiliki<br />
kadar cara berpikir berkualitas<br />
inilah yang sanggup<br />
menghadapi segala kendala dan<br />
memecahkan setiap persoalan<br />
tanpa merasa letih nalar<br />
otaknya, dan cenderung rasa<br />
cintanya terhadap segala macam<br />
ilmu pengetahuan. Seperti tak<br />
puas puasnya mereguk ilmu.<br />
Seperti ungkapan Rasul &quot;Carilah<br />
ilmu mulai dari buaian hingga<br />
keliang lahat &quot;<br />
Nilai nilai pikiran yang demikian<br />
inilah yang bisa dimiliki oleh<br />
mereka yang lambungnya tidak<br />
selalu dipenuhi makanan atau<br />
dengan kata lain mereka yang<br />
menunaikan puasa yang<br />
dituntut oleh syara. Pada<br />
umumnya melahirkan para<br />
ulama, kyai ataupun<br />
cendekiawan muslim yang<br />
mumpuni serta tokoh tokoh<br />
bibit unggul yang dibanggakan.<br />
Inilah bukti yang dipraktekkan<br />
Rasulullah saw, mendidik<br />
umatnya dengan berpuasa,<br />
mensucikan jiwa, menatap<br />
renung keheningan hati, satu<br />
satunya menelusuri jati diri,<br />
meski berawal dari bangsa Arab<br />
yang kala itu dikenal dalam<br />
sejarah sebagai bangsa<br />
&quot; Jahiliyah&quot; yang hidupnya<br />
hanya untuk hawa nafsu, yang<br />
oleh bangsa Persia dan Romawi<br />
Kuno dianggap suatu bangsa<br />
yang paling rendah derajatnya,<br />
bahkan lebih rendah dari<br />
&quot; kambing dan onta&quot;.<br />
Maka berkat latihan dan<br />
pendidikan shaum yang<br />
diinjeksikan Rasulullah saw,<br />
dengan sekejap berbalik menjadi<br />
bangsa yang bermoral,<br />
memanjat ke alam<br />
kebesarannya, menjelma bangsa<br />
yang kuat jasmani dan<br />
rohaninya, memiliki kemampuan<br />
menciptakan dasar ilmu<br />
pengetahuan. Mereka tidak lagi<br />
tercela dengan sebutan kambing<br />
dan onta, namun berbalik<br />
menjadi bangsa yang berkuasa,<br />
malah negeri Persia dan Romawi<br />
yang semula menghina mereka,<br />
jatuh di bawah kekuasaannya.<br />
Dengan tampuk kekuasaan yang<br />
diraihnya, sanggup pula<br />
memberikan pimpinan,<br />
pendidikan, pengajaran nilai<br />
tamaddun yang sangat<br />
bermanfaat bagi bangsa lain,<br />
yang sampai kini mengagumkan<br />
para pakar sejarah dunia. Dalam<br />
buku &quot;The Spirit of Islam&quot;<br />
menyebutkan, (Under the<br />
inspiring influences of the great<br />
Prophet who give them acot<br />
and nationality started from<br />
soldiers into scholars. &quot; Dengan<br />
pengaruh pendidikan dari Nabi<br />
Muhammad saw yang<br />
menghidupkan suatu sistem<br />
kenasionalan mendirikan<br />
tentara, sehingga menjadi umat<br />
terpelajar dan intelek).<br />
Mereka menyadari bahwa<br />
dengan berpuasa dapat<br />
menentukan kelebihan derajat<br />
manusia dari pada hewan, yakni<br />
otak dan budinya. Tapi ada<br />
manusia yang bersifat seperti<br />
binatang, yang tujuannya hanya<br />
&quot; doyan mangan&quot; (makan melulu)<br />
dan memuaskan hawa nafsunya<br />
belaka, maka tak mungkin<br />
mereka mencapai kemajuan,<br />
utamanya dibidang mental<br />
spiritual.<br />
Sejarah bangsa bangsa,<br />
sebagaimana bangsa Babilonia,<br />
Macedonia dan bangsa lain yang<br />
mampu meraup kemajuan,<br />
lantaran mereka banyak<br />
mengurangi makan dan minum,<br />
meski dengan gizi yang<br />
seimbang. Mahatma Ghandi<br />
dengan puasanya menjadi<br />
senjata ampuh untuk mengusir<br />
penjajah.<br />
Kemajuan suatu bangsa yang<br />
hanya didasarkan atas ilmu<br />
pengetahuan dan teknologi<br />
semata, tetapi menyangkal<br />
bahwa pendidikan ruhani<br />
(budhi) adalah mampu menjurus<br />
ke arah kebenaran hakiki dan<br />
kejujuran, maka rasa cinta<br />
terhadap sesama ataupun<br />
kepada makhluk di luar manusia<br />
dianggapnya tidak<br />
menguntungkan, keadilan hanya<br />
terdapat pada golongan yang<br />
lebih kuat dan berkuasa,<br />
penghargaan dan<br />
penghormatan hanya terdapat<br />
pada manusia yang bergelar,<br />
setumpuk harta kekayaan,<br />
kedudukan dan yang<br />
menyandang pangkat melulu.<br />
Dari situ pulalah tercermin<br />
kemuliaan dan pujian yang nisbi<br />
hanya ditujukan kepada yang<br />
berwenang, sebab dianggapnya<br />
paling terhormat, walau cara<br />
berpikirnya hanya dituntut oleh<br />
rumus rumus kaku yang<br />
diperoleh dari akal dan<br />
kecakapan alat pancaindera lahir<br />
yang memuja obyek kebendaan<br />
atau kesenangan lahiriah,<br />
sedang budi dipandang kurang<br />
sesuai dengan intelektualnya,<br />
bahkan tidak selaras dengan<br />
tuntunan rumus patokan dari<br />
bayangan tiga dimensi atau<br />
tidak pas dengan logika ilmu<br />
bukti.<br />
Paham yang bertalian dengan<br />
ilmu pengalaman di luar alam<br />
benda &quot;metafisika&quot; intuisi,<br />
inspirasi ataupun ragam<br />
transenden yang tak bertepi,<br />
dianggapnya hanya suatu<br />
&quot; impian yang mustahil&quot;. Bahkan<br />
dikatakan sebagai tahayul,<br />
nonsen atau sulapan, tidak<br />
terangkum oleh akal. Yang<br />
dipercayanya hanya buah<br />
pikiran otak &quot;verstand&quot; dan<br />
harus bebas leluasa, sedangkan<br />
mahkluk mahluk hidup yang<br />
bertebaran di jagat raya<br />
disangkalnya.<br />
Buat menghindari sistem<br />
berpikir yang demikian ini,<br />
sepatutnyalah disadari bahwa<br />
dalam setiap diri pribadi<br />
manusia, sebagaimana diuraikan<br />
terdahulu, memiliki otak batin<br />
dan otak lahir &quot;sensus interior<br />
dan sensus exterior&quot; Dalam buku<br />
&quot;uber deas Wewen and den<br />
Ursprung des mensechen<br />
(hal.30) oleh Shoeseki Kaneko<br />
menyebutkan, &quot;Die<br />
Volvermontft bersthtaus<br />
zweizeinten, Namlich erzens aus<br />
den auf die obyekte welt<br />
bersogenen Kentnissen &quot;. Budhi<br />
mempunyai dua fungsi, yang<br />
pertama, menerima daya daya<br />
pikiran yang mengandung unsur<br />
ilmu pengetahuan lahir dan yang<br />
kedua, ialah ilmu pengetahuan<br />
mutlak dasar hakikat kehidupan.]]></summary>
</entry>
<entry>
<title>Tuhan Dan Peristiwa Alam</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/183.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:0a019d69-a7fc-6e23-1ae2-22d8928db9c3</id>
<updated>2010-06-29T01:24:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Ada yang berkata banjir itu peristiwa akan tidak ada campur tangan Tuhan sedikitpun. Keterlibatan Tuhan, menurut mereka, telah selesai dengan selesainya penciptaan alam. Ada juga yang memahaminya sebagai kehendak Tuhan semata, tidak ada keterlibatan siapapun seakan-akan tidak ada sistem yang ditetapkan Allah bagi tata kerja alam raya ini. Ada juga yang mengakui bahwa banjir adalah peristiwa akan dan ada keterlibatan Tuhan dalam rangka bahwa rahmat dan pemeliharaanNya terhadap alam ini. Yang Maha Juara menghendaki sesuatu dibalik peristiwa tersebut, disamping keterlibatan manusia dengan sikap atau ulahnya. Memang banjir tidak terjadi begitu saja. Tuhan tidak sewenang-wenang memerintahkan air sehingga terjadi bencana. Sebelumnya ada hukum-hukum yang ditetapkan-Nya menyangkut sistem kerja alam saya. Inilah hukum-hukum alam.<br />
<br />
Tidak sepotong ayat pun yang mengisyaratkan bahwa banjir terjadi dengan sendirinya. Boleh jadi manusia itu sendiri atau paling tidak disebabkan faktor hukum alam yang di telah ditetapkan-Nya. Boleh jadi manusia karena kedurhakaannya menjadi penyebab datangnya air bah sebagaimana kisah Nabi Nuh as.]]></summary>
</entry>
<entry>
<title>(Shaum) Nalar Pikir dan Alam Ilahiyat</title>
<link href="http://lucky.mywapblog.com/post/185.xhtml" ></link>
<id>urn:uuid:742d4c0e-42ea-bd27-c327-374b9313f305</id>
<updated>2010-06-28T01:20:00+00:00</updated>
<summary type="html" ><![CDATA[Tak pelak lagi kemashuran para<br />
ulama atau para pengarang<br />
yang melahirkan karya karya<br />
bermutu justeru pada bulan<br />
Ramadhan. Juga tokoh politik<br />
yang berpuasa dalam tahanan,<br />
acapkali membuahkan tulisan<br />
tulisan yang berharga.<br />
Dengan berpuasa, sebenarnya<br />
tak bakal melemahkan fisik<br />
seseorang atau menyebabkan<br />
kekurangan gizi. Sebab tubuh<br />
manusia hasil cipta Allah<br />
teknologi maju yang tak<br />
tertanding. Tubuh kita mampu<br />
bertahan beberapa hari tanpa<br />
makan dan minum, sebab hidrat<br />
arang, lemak atau protein<br />
merupakan persediaan yang<br />
cukup lama.<br />
Ini berarti tepatlah apabila<br />
dikatakan bahwa shaum itu<br />
menghidupkan pikiran dan<br />
penglihatan mata hati.<br />
&quot;Apabila perutmu penuh sesak<br />
dengan makanan, tidurlah<br />
pikiranmu, luluhlah hikmah dan<br />
berhentilah anggotamu dari<br />
beribadah kepada Allah Rabbul<br />
&#039; alamin dan hilanglah kebersihan<br />
hati, dan sebenarnya kehalusan<br />
pengertian yang dengan<br />
keduanyalah diperoleh kelezatan<br />
dan berkasnya dzikir pada jiwa. &quot;<br />
Memang sesuatu yang dihasilkan<br />
kecerdasan otak, secara empirik<br />
belumlah dikatakan yang benar<br />
atau murni, sebelum dilengkapi<br />
keberhasilan ruhani atau budi<br />
pekerti. Kecakapan otak hanya<br />
sebatas obyek yang nyata yang<br />
bisa diraba dan disaksikan oleh<br />
pancaindera lahir yang riil,<br />
korporil, logis dan positif. Hasil<br />
penalaran pancaindera lahiriah<br />
semata mata akin menimbulkan<br />
bermacam¬macam aliran serba<br />
benda, semisal rasionalisrne,<br />
pragmatisme, positivisme,<br />
materialisme dan sebagainya.<br />
Bahkan masih juga berlanjut<br />
penyelidikannya mengenai ke<br />
Esaan Tuhan hanya berdasar<br />
pada olah pikir lahiriah semata,<br />
menumbuhkan kepercayaan<br />
adanya Tuhan yang berbentuk,<br />
berupa, berukuran atau<br />
berwujud. Bahkan jika<br />
pengamatannya itu tiada<br />
menemukan Tuhan, niscaya ia<br />
ikan mengatakan Tuhan itu tak<br />
ada (Atheis).<br />
Sementara beranggapan, hasil<br />
pemikiran yang didasarkan<br />
hanya pada akal saja, logika dan<br />
bukti pastilah tidak akan bebas<br />
dari pengaruh nafsu. Dalam<br />
buku &quot;der Mensh Gezund und<br />
Krank&quot; (hal. 170) Dr. Fritz Khant<br />
menyebutkan, &quot;dis Stanganhen<br />
sind der sits der instinkte&quot;<br />
artinya pangkal otak itu<br />
pusatnya nafsu. Sedangkan<br />
fungsi nafsu umumnya saling<br />
bergetar dengan setan yang<br />
menjelmakan tindakan jahat dan<br />
buruk.<br />
Dalam al-Qur&#039;an surah Yusuf<br />
ayat 55 berbunyi:<br />
&quot; sesungguhnya nafsu (kerjanya)<br />
menyuruh kepada kejahatan. &quot;<br />
Jadi, manakala cara berpikir<br />
cuma didasarkan atas kecakapan<br />
tubuh lahir tanpa memperoleh<br />
daya dukung otak batin yang<br />
transenden, maka akan<br />
mewujudkan hasil yang serba<br />
&quot;salah&quot;.<br />
Sebab hakikatnya ia akan<br />
mengingkari peristiwa yang<br />
tidak dapat ditimbang, diukur,<br />
yang tak mampu disaksikan oleh<br />
pancaindera, meski bukti<br />
buktinya selalu berkembang. Dan<br />
kalau dikaji lebih dalam lagi,<br />
pastilah gerakan pikirannya<br />
bertumpu pada pengaruh<br />
keinginan mementingkan diri<br />
sendiri, angkara murka, tamak<br />
serakah, bahkan nafsu<br />
kanibalisme dan semacamnya.<br />
Akibatnva, ia tak bakal memiliki<br />
cita cita kiprah membangun bagi<br />
kesejahteraan umat, tapi kiat<br />
hidupnya hanya untuk<br />
kepentingan sendiri, mencari<br />
keuntungan sebanyak mungkin<br />
bagi gelimang kemewahannya.<br />
Umat atau bangsa yang<br />
demikian akan mudah sekali<br />
diperalat atau diperbudak<br />
bangsa lain yang memiliki<br />
kecerdasan olah pikir yang lebih<br />
memadai. Sisi lain yang unggul<br />
tentu mereka mampu<br />
menggunakan akalnya ditopang<br />
kebersihan ruhaninya atau budi<br />
pekerti. Budi bermakna<br />
kecakapan ruhaniyah dan<br />
pekerti ialah hasil kecerdasan<br />
otak (jasmani ragawi).<br />
Tapak tapak perjalanan latihan<br />
spiritual dengan semangat jihad<br />
hanya keridhaan Allah Azza<br />
Wajalla, akan diperolah hasil<br />
kecerdasan otak dan kecakapan<br />
nalar pikir, membuahkan wujud<br />
kebenaran hakiki, lantaran<br />
kebersihan rohaninya<br />
dipanjatkan ke alam ilahiyat.<br />
Setiap sesuatu yang dibenarkan<br />
oleh akal belum tentu<br />
dibenarkan Rabbi dan setiap<br />
sesuatu yang disalahkan oleh<br />
akal belum tentu pula salah<br />
dalam pandangan Al Khaliq.<br />
Karena itu pula, titik tumpu kita,<br />
segala kejadian fenomena alam<br />
pastilah dikendalikan oleh<br />
sunnatullah. Surat Al Jatsiyah<br />
ayat 13 berbunyi:<br />
&quot; Dan Dia menundukkan untukmu<br />
apa yang ada di langit dan apa<br />
yang ada di bumi semuanya,<br />
(sebagai rahmat) daripadaNya.<br />
Sesungguhnya pada yang<br />
demikian itu benar benar<br />
terdapat tanda tanda kekuasaan<br />
(Allah) bagi kaum yang berpikir.<br />
&quot;<br />
Jelasnya, ayat ini menyatakan<br />
bahwa seluruh jagat raya dan<br />
isinya akan ditundukkan Al<br />
Khaliq bagi umat manusia<br />
dengan sains yang diterapkan,<br />
dengan teknologi, yang akan<br />
diberikan kepada mereka yang<br />
mau melibatkan akalnya dan<br />
menggunakan nalar pikirnya.<br />
Latihan spiritual yang maha<br />
akbar di bulan Ramadhan, cara<br />
terbaik mengutamakan<br />
kemapanan ibadat, berlomba<br />
dalam kebajikan dan berjuang<br />
melawan hawa nafsu. Akan<br />
terasa mumpuni, mengangkat<br />
harkat dari martabat, derajat<br />
insani, dua sisi yang diraupnya,<br />
akal dan budi, menjernihkan<br />
pandangan jiwa ruhani.]]></summary>
</entry>
</feed>