Mengapa Iblis dan Setan Diciptakan

Di posting oleh Muhammad Habil Ahmad pada 03:49 AM, 08-Jan-11

Mengapa Allah menciptakan iblis dan setan ? Jangankan manusia, iblis pun menjadikan pertanyaan semacam ini menjadi sarana untuk menyesatkan manusia, anda dapat baca kembali keberatan-keberatan iblis yang disampaikannya kepada malaikat, sebagaimana diilustrasikan oleh Asy-Syahrastani.

Ibnu Al-Qayyim, pakar hukum Islam bermazhab Hambali dalam bukunya, "Syifa' Al-Ghali" menulis bahwa hikmah yang dapat ditarik dari penciptaan iblis dan setan tidak dapat diuraikan seluruhnya, kecuali oleh Allah Swt. Sebagian dari hikmah tersebut dalam pandangan pakar ini antara lain adalah :

Dengan adanya setan dan iblis, maka manusia berjuang menghadapi musuh Allah dan musuh manusia itu, dan dengan demikian ia dapat meraih kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah. Dengan adanya iblis dan setan, manusia memanjatkan permohonan perlindungan kepada Allah, sehingga sekian keburukan dapat ditampik dan banyak kemaslahatan dapat dipetik. Dengan adanya iblis dan setan serta sanksi yang diperolehnya, bertambah rasa takut dan pengabdian malaikat dan orang-orang beriman kepada Allah. Mereka takut jangan sampai mendapat murka, sebagaimana iblis. Dan ini pada gilirannya menambah pula pengabdian mereka. Disamping itu, peristiwa yang dialami iblis itu dapat menjadi pelajaran berharga bagi setiap hamba Allah. Masih banyak yang diuraikan oleh ulama ini, tetapi yang terpenting di antaranya adalah, bahwa kehadiran iblis dan setan merupakan salah satu kodrat Ilahi dan bahan ujian bagi manusia.

Allah SWT menciptakan banyak makhluk, antara lain menciptakan makhluk yang hanya dapat taat kepada-Nya, yakni malaikat, ada juga yang tidak dapat taat atau tidak juga durhaka, seperti benda mati, tumbuhan dan binatang. Jenis ketiga adalah yang berpotensi taat atau durhaka, itulah manusia dan jin. Tidak nampak kesempurnaan kekuasaan kodrat Ilahi jika jenis ketiga ini tidak tercipta. Sebagian dari jenis ketiga inilah yang menjadi setan. Jawaban ini, berpangkal pada pandangan tentang kekuasaan dan kesempurnaan Allah SWT dalam menciptakan aneka makhluk.

Adapun kehadiran iblis dan setan sebagai ujian, maka penjelasan adalah sebagai berikut : Seperti di maklumi makhluk hidup jelas lebih mulia daripada makhluk tak bernyawa yang bertanggung jawab dari makhluk hidup seperti jin dan manusia lebih utama dari yang tidak bertanggung jawab, seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan. Yang mampu mempertanggung jawabkan setiap tindakan lebih tinggi kedudukannya dan lebih mulia disisi Allah dari makhluk hidup yang gagal mempertanggung jawabkan tindakan-tindakannya. Nah dari sini kemudian muncul pertanyaan : Bagaimana mengetahui yang gagal dan yang berhasil ? Tentulah melalui cobaan dan ujian ! Oleh sebab itu kehidupan manusia dan jin sebagai makhluk bertanggung jawab tidak luput dari ujian dan cobaan, ini merupakan suatu keniscayaan.
"(Allah)Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kami, siapa diantara kami yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" .(QS. Al-Mulk 67:2)

"Apakah kami mengira, bahwa kami akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang sabar".(QS. Al-Imran 3:142)

Salah satu cara Allah melakukan ujian adalah dengan menciptakan penggoda yang dalam hal ini adalah setan. Disisi lain, manusia mendambakan kebajikan dan kebahagiaan. Bagaimana mungkin kita mengetahui kebaikan kalau tidak ada kejahatan ? Bagaimana kita merasakan nikmatnya kejujuran dan ketulusan, kalau tidak pernah tahu atau mengalami pengkhianatan dan keculasan ? Jika demikian, harus ada yang tampil, bukan saja dalam bentuk buruk, tetapi juga mengantar orang lain menjadi buruk, dan itulah setan. Sungguh tepat ungkapan yang menyatakan : Manusia mengenal kebaikan, sejak ia mengenal setan. Bagi makhluk yang diuji manusia atau jin kebaikan bukan sekedar menjauhi keburukan atau ketidakmampuan melakukannya. Kebaikan dalam konteks ujian Allah adalah kemampuan melakukan yang baik dan yang buruk kemudian memilih untuk melakukan yang baik ditengah rayuan. Disanalah terletak keunggulan manusia atas malaikat, sehingga mereka diperintahkan sujud kepada Adam.

Kalau demikian, adanya setan penggoda merupakan keniscayaan yang diakibatkan oleh kehendak Allah menguji manusia. Karena itu pula manusia tidak dapat melihat setan atau jin paling tidak dalam bentuk aslinya. Bagaimana mungkin ia diperlihatkan kalau tujuan penciptaannya adalah ujian ? Apakah anda menduga ada yang akan mengikuti atau memperkenankan ajakannya jika diketahui bahwa yang diikuti dan yang mengajak adalah musuh yang akan menjerumuskan ? Pasti tidak akan ada. Kalau pun ada, maka ia tidak mengalami ujian.

Selanjutnya harus ditegaskan, bahwa keberadaan setan perayu dan penggoda adalah kehendak Allah jua. Bacalah Quran surah Al-An'am 122.

Sungguh menarik Taufik Al-Hakim yang berjudul "Asy-Syahid" (Sang Syahid). Sastrawan Mesir kontemporer ini menggambarkan peranan iblis dipentas kehidupan. Ia menggambarkan iblis berkunjung kepada pemuka-pemuka agama yang melaknat dan mengutuknya supaya mereka memberi saran agar taubatnya dapat diterima Allah. Semua pemuka agama tidak mengetahui bagaimana menghadapi permintaannya dan apa yang harus mereka lakukan. Jeremb jika diterima taubat iblis, apa jadinya dan bagaimana kesudahan kepercayaan tentang dosa warisan dan jalan keselamatan yang merupakan dampak dari dosa iblis. Begitu fakir pendeta kristen, Rabi Yahudi pun tidak berdaya, karena pada benaknya berkata: Bila taubat iblis diterima, dimana lagi tempat orang-orang Yahudi yang merupakan bangsa pilihan Tuhan, diantara bangsa-bangsa lain yang disesatkan iblis ? Imam besar Islam pun tidak berdaya, Karena kalau taubat iblis diterima Bagaimana jadinya perintah berta'awuz / memohon perlindungan Allah dan setan terkutuk ? Mendengar semua itu, iblis berteriak "Eksistensi saya diperlukan untuk wujudnya kebaikan; jiwa saya yang penuh kegelapan harus terus demikian agar dapat merefleksikan bahaya Ilahi". Ketika itu, tulis Taufik Al-Hakim , iblis menangis, maka berjatuhanlah meteor-meteor menimpa kepala hamba-hamba Tuhan. Malaikat Jibril melarangnya menangis. Iblis dengan putus asa turun ke bumi dan ketika itu keluarlah dari dadanya hembusan nafas yang selama ini tertahan, di ikuti gemanya secara serentak oleh bintang-bintang dan benda-benda langit memperdengarkan ucapan : "Sayalah sang syahid,... Sayalah sang syahid."

Abas Al-Aqqad dalam bukunya "Tarjumat Syaithan" (Biografi setan) memberikan ilustrasi lain lagi. Disana pakar Mesir kenamaan itu menunjukkan keniscayaan setan dalam kedurhakaan. Ilustrasi Al-Aqqad membuktikan, bahwa keinginan Iblis untuk bertaubat seperti dilukiskan Taufik Al-Hakim, walaupun seandainya dikabulkan Tuhan , tidak akan berhasil " Seorang setan pemula jenuh dengan kehidupan ala setan yang penuh dengan kedurhakaan. Ia tidak lagi berminat merayu dan menggoda manusia, setelah melihat sikap dan keadaan manusia yang taat dan yang durhaka hampir-hampir sama saja. Allah menerima taubatnya dan setan pemula itu dimasukkan Allah ke surga. Tetapi dasar setan ia kembali jenuh dengan aneka kenikmatan surgawi, tasbih dan tahmid, serta ibadahnya yang dilakukan disana. Dia mengharap dapat menuju kehadirat Tuhan karena dia tidak dapat melihat Kesempurnaan Tuhan tanpa menuntutnya. Dengan demikian, di surga pun ia durhaka dan membangkang . Akibat kedurhakaannya Allah mengubah tubuhnya menjadi batu. Disini sekali lagi dasar setan, dia menggoda manusia dengan keindahan yang terpancar melalui patung dan aneka seni".

Ilustrasi ulama yang berkecimpung dalam bidang riwayat, lain pula . Pakar hadist Badruddim Asy-Sybili dalam bukunya "Akaam Al-Marjaan" meriwayatkan kisah panjang pertemuan iblis dengan Nabi Nuh As. Akhir dikisahnya menjelaskan , bahwa iblis bertanya kepada Nabi Nuh As, apa yang harus ia lakukan agar taubatnya dapat diterima Allah ? Nabi Nuh As bertanya kepada Allah dan mendengar jawaban-jawabannya: Perintahkan ia sujud ke kuburan Adam ! Setelah Nabi Nuh menyampaikan jawaban itu , iblis menggelengkan kepala sambil berkata: "Sewaktu hidup Adam pun aku telah enggan sujud kepadanya, apalagi setelah kematiannya."

Walhasil kita dapat berkata ilustrasi ulama terdahulu atau sastrawan modern, kesemuanya berakhir pada kesimpulan bahwa kehadiran iblis dan setan merupakan suatu keniscayaan.

Keniscayaan itu dikehendaki Allah karena hanya dengan demikian manusia mengenal kebaikan. Atas kehendak-kehendaknya juga terjadi pertarungan antara penganjur kebaikan dibawah pimpinan oleh setan, karena hanya dengan demikianlah dapat diketahui kualitas manusia. Hal ini pada gilirannya musuh diharapkan dapat mengantar manusia menyadari musuh yang dapat mengantarnya kepada kebinasaan hidup di dunia dan di akherat.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

26 tanggapan untuk "Mengapa Iblis dan Setan Diciptakan"

etoe pada 10:31 PM, 31-Jan-11

betul itu

abu tholib pada 10:00 AM, 02-Nov-11

trimakasih atas penjelasanya barusan dalam benaku terpikir mengapa ALLAH menciptakan syetan yamg nyata2 hanya akan menjerumuskan manusia ke neraka.

gufron pada 09:27 AM, 25-Nov-11

trima kasih

me pada 04:15 PM, 09-Mar-12

iblis dan setan diciptakan dengan diberi sifat buruk saja. berarti tidak ada pilihan lain bagi iblis kecuali berbuat buruk. kalau begitu tidak ada alasan bagi setan daniblis untuk masuk neraka.
--
yang memberi iblis dan setan sifat buruk adalah Allah

me pada 04:16 PM, 09-Mar-12

apa benar iblis dan setan pasti masuk neraka?

me pada 04:38 PM, 09-Mar-12

Dengan adanya setan dan iblis, maka manusia berjuang menghadapi musuh Allah dan musuh manusia itu, dan dengan demikian ia dapat meraih kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah. Dengan adanya iblis dan setan, manusia memanjatkan permohonan perlindungan kepada Allah, sehingga sekian keburukan dapat ditampik dan banyak kemaslahatan dapat dipetik.
---------
apakah iblis dan setan hanya untuk memberikan manfaat pada manusia? bagaimana dengan nasib iblis itu sendiri? hanya diberi sifat buruk dan pasti masuk neraka?? apa tidak kasihan? bukankan neraka itu sangat mengerikan?

mwidjoyo pada 02:00 AM, 27-Mar-12

Kalau iblis memang diperlukan agar bisa milih manusia yg lebih suci dari masjidil haram,berarti iblis nanti dilempar keneraka lalu diampuni soale keberadaannya kan bermanfaat.

MWidjoyo

satrio panulis pada 08:22 AM, 27-Apr-12

Iblis dan syetan adalah "MUSUH yang NYATA" bagi manusia.....Siapa sebenarnya "MUSUH yang NYATA" tsb ? Apa mungkin "MUSUH yang NYATA" tsb bertobat kemudian menjadi teman bahkan "Saingan" manusia ke SURGA ? Kalau Iblis dan Syetan menjadi "Penghuni" NERAKA berarti NERAKA itu adalah "Penghuni MUSUH yang NYATA"....Pertanyaannya adalah Apakah NERAKA adalah suatu tempat yang "NYATA" di dunia ini yang dihuni oleh "MUSUH yang NYATA" bagi manusia ?

pintabangun pada 02:58 PM, 20-May-12

siapapun tak akan mengetahui,,,,kehendadakan..yang di jadikan Tuhan.

alfaqir pada 11:07 AM, 10-Oct-12

Masak ya iya Tuhan menciptakan sesuatu (setan) dan menjadikan ciptaannya itu musuh bagiNya....??

Lucky Arif pada 01:08 PM, 10-Oct-12

Kesimpulannya :

Allah swt menciptakan kebaikkan dan keburukkan , manusia dan iblis itu hanya berujung kepada sebuah pilihan semata . Kita semua dapat berpotensi sama seperti iblis , jika kita durhaka kepada Allah swt maka kita pun akan masuk neraka dan jika kita memilih ketaatan kepada perintah Allah swt maka surga akan menunggu kita .

Hayo... pilih yang taat ya...!!!

adit pada 10:47 PM, 30-Oct-12

iblis dilaknat untuk mengoda umat manusia

Wanderer pada 10:26 PM, 25-Feb-13

Maksud anda Nabi Adam dan Hawa seketika menjadi iblis karena berbuat dosa dan mengikuti jin/iblis untuk memakan buah terlarang?
Brarti kita manusia adalah anak-anak iblis, begitu?

Allah itu maha suci, masak iya Dia menciptakan makhluk berdosa(tidak suci)?
DOSA adalah musuh besar Allah karena menjadi penghalang hubungan antara manusia dengan Allah.
Dosa dan Suci tidak akan pernah bisa bersatu..

vardy pada 07:52 PM, 18-Apr-13

percuma penjelasan anda panjang belum bisa menjawab yg ada di hati saya.. .
tapi terima kasih atas usaha anda. .
heheheh. . biggrin

vardy pada 07:53 PM, 18-Apr-13

alfaqir. .
Masak ya iya Tuhan menciptakan sesuatu (setan) dan menjadikan ciptaannya itu musuh bagiNya....??
TEPAT.. biggrin biggrin biggrin

arif pada 10:33 PM, 19-Apr-13

Hehe... Ambil yang baik aja !!!
Kok malah nyalahin Tuhan y ...
Apa mungkin Tuhan tidak mampu menciptakan keburukkan ?
Apapun ciptaanNya pastilah tidak ada yang sia-sia .

Angelika pada 03:32 PM, 01-May-13

Kesian bgd buat setan diciptakan buat jadi jahat, dan jd kambing hitam.
Kalo Tuhan menghendaki kebaikan, untuk apa diciptain setan, cuma mainan yg melengkapi mainan yg lain.

Wanderer pada 03:07 AM, 16-May-13

@arif
Tuhan tidak akan menciptakan hal yang buruk, apalagi dengan tujuan yang buruk...
sad

Tuhan itu Maha Suci, tidak ada alasan bagiNya untuk menciptakan sesuatu yang hina..

Tetapi suatu ciptaan bisa menjadi hina apabila mereka tidak "taat".. smile

*Ketidaktaatan akan melahirkan dosa, dosa menjatuhkan suatu makhluk sehingga mereka menjadi hina..

arif pada 03:08 PM, 16-May-13

@angelika , tuhan menciptakan keburukan karena kita sedang di uji antara memilih kebaikan atau keburukan . jika keburukan tidak ada , tuhan tak akan ciptakan dunia ? apapun ciptaan-Nya akan dimasukan kesurga-Nya.

@wanderer , tuhan menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan . jika tuhan menciptakan keburukan dan kebaikan lalu kenapa dikatakan tidak maha suci dalam penciptaanNya ?

Kita itu hanya disuruh milih antara kebaikan atau keburukan ! Jika kita memilih kebaikan maka disebut ketaatan dan jika memilih keburukan maka disebut kedurhakaan .

@dupran pada 07:44 PM, 30-May-13

ALLAH itu MAHA CERDAS. bahkan x.an semua takan mampu menjelaskan kehendaknya! patuhi yg ada saja hai MANUSIA!

shems.. pada 11:13 AM, 21-Jun-13

Masak Allah menciptakan manusia untuk diuji sih...?<br />
menurut saya :<br />
semua makhluk dulu itu berada disurga seperti malaikat, setan dan manusia<br />
akan tetapi setelah penciptaan adam yang menjadi makhluk paling sempurna maka setan merasa iri sehingga menggoda adam untuk melakukan larangan Allah,<br />
kenapa buah kuldhi dilarang, karena jika Adam makan buah itu maka akan terjadi ledakan dahsyat antara langit dan bumi (big bang), sehingga Adam harus turun ke bumi, disaat itulah Adam mengenal baik dan buruk...<br />
<br />
*ngarang*

arif pada 05:13 PM, 28-Jun-13

@shems ,
Aku mencipta manusia supaya Aku menguji di antara mereka siapa yang paling baik amalnya. “Yang menciptakan mati dan hidup supaya Dia mengujimu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al-Mulk 67:2)

dwi pada 05:54 AM, 17-Jul-13

mohon di edit terjemah ayat di postingannya, terketik kata yg seharusnya "kamu" menjadi "kami" .Semoga bermanfaat

kristen laknat pada 01:01 PM, 15-Dec-13

ehh kristen laknat,, injil tuch palsu . . yg dikarang orang yahudi ,, klean g sadar pa.. tuhan klean bukan yesus ,, tapi yahudi ,, ahahahakk ,, kristen bodoh ,, dch tw kitabnya salah .. ecchhh malah d ikutin . .

kristen laknat tuhan yesus suka kontol pada 01:04 PM, 15-Dec-13

kristen laknat punya tuhan suka kontol ... sini q beliiin baju tuhan kleand tuch .. agar pakai baju ,, g kasihan pha.. mw g gw bliin .. merek apa .. noomor brp .. warna pha bajunya ,, ?? byr d beliin ,, gratis koq. .. ikhlas..

Boss Ichal pada 11:13 PM, 23-Mar-14

Laksanakan perintah allah dan jauhi larangannya wink
simple aj kog wink

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Email:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar